Jalan – Jalan ke Candi sambisari
Suatu sore di Candi Sambisari
Hari Jumat tanggal 12 Agustus, semua guru dan murid Alam Bahasa pergi jalan-jalan ke candi Sambisari. Di Candi ini kami belajar tentang sejarah Candi Sambisari. Selain belajar, kami juga bermain dan bertukar budaya. Menari tarian Jepang dan Belanda, juga bermain permainan tradisonal anak-anak Jawa.
Sejarah Candi Sambisari
Candi Sambisari terletak di desa Sambisari, kelurahan Purwomartani, kecamatan Kalasan, kabupaten Sleman, Yogyakarta, ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang penduduk dan selesai dipugar / direnovasi pada tahun 1997. Sebelum ditemukan, candi ini tertimbun tanah sedalam 6,5 meter. Candi ini tertimbun tanah karena adanya bencana letusan gunung Merapi pada tahun 1006 M.
Candi Sambisari adalah candi Hindu Siwaistis. Candi ini berfungsi sebagai monumen dan tempat pemujaan, sampai sekarang candi ini juga masih dipakai sebagai tempat pemujaan atau berdoa dan tempat penyelenggaraan upacara keagamaan bagi pemeluk agama Hindu. Candi Sambisari yang terbuat dari batu andesit ini merupakan kompleks percandian yang mempunyai 1 candi induk dan 3 buah candi perwara di depannya. Candi induk menghadap ke barat. Candi ini tidak punya kaki candi. Alas candi juga berfungsi sebagai kaki candi. Di bagian badan candi terdapat relung-relung. Di atas relung-relung tersebut terdapat hiasan kepala Kala di atasnya. Di dalam setiap relung terdapat sebuah patung. Kompleks candi Sambisari ini dikelilingi batu putih berukuran 50 x 48 meter. Di teras candi terdapat 12 batu ( 8 batu persegi dan 4 batu bulat ) di sekeliling bilik pemujaan.
Ada apa di Candi Sambisari?
Patung Agasya
Patung Agastya ( di relung selatan ). Patung ini digambarkan berbentuk orang tua dalam posisi berdiri, berlengan dua, berkumis, berjanggut lebat dan berperut buncit. Patung Agastya yang terdapat di candi Sambisari ini bertasbih ( Aksamala ) yang dikalungkan di lehernya, di bahu kirinya ada camara ( penghalau lalat ).
Patung Durga Mahissasuramardini
Patung Durga Mahissasuramardini ada di relung utara. Patung Durga yang ada di candi ini mempunyai 8 lengan, 4 lengan kanannya memegang cakra, anak panah, pedang dan trisula, sedangkan 4 lengan kirinya memegang busur, gada, perisai dan camara. Patung Durga ini merupakan simbol dari pertarungan gelap ( kejahatan ) melawan terang ( kebaikan ).
Patung Ganeca
Patung Ganesha ada di relung timur. Ganesha adalah anak dari dewa Siwa dan Parwati. Ganesha ini digambarkan sebgai manusia yang berkepala gajah dan merupakan simbol dari dewa pengetahuan dan penolak rintangan. Patung ini sering ditempatkan di tempat-tempat yang berbahaya. Patung Ganesha di candi Sambisari ini ada dalam posisi duduk di atas padmasana, berkalung Kastanya (Upawita) berbentuk ular naga (Nagapasa), kedua telapak kakinya bertemu, berlengan 4. Kedua lengan kanannya memegang Aksamala dan taring yang patah, sedangkan kedua tangan kirinya memegang mangkok dan Parashu (kapak). Belalainya menjulur menyedot isi mangkok. Hal ini merupakan simbol kehausan akan ilmu pengetahuan.
Selain patung Durga, Agastya dan Ganesha, di kiri ¨C kanan pintu masuk dulu juga terdapat 2 patung penjaga pintu candi, yaitu Mahakala dan Nandiswara, tapi sekarang sudah hilang dicuri.
Candi Sambisari ini punya satu bilik kecil. Di dalam bilik itu terdapat Lingga dan Yoni. Lingga merupakan perwujudan dari dewa Siwa, sedangkan Yoni merupakan perwujudan dari sakti ( istri ) dewa Siwa. Kesatuan Lingga dan Yoni ini adalah simbol dari totalitas dan juga kesuburan.
info yang bagus, terutama mengupas candi Sambisari
Reply
iya aneh candinya…
Reply