Our School

Alam Bahasa Indonesia

Agar Liburan di Yogya Lebih Nyaman

Seorang teman Indonesia yang sudah 2 tahun tinggal di Inggris terpaksa beristirahat 2 hari di hotel dalam liburannya ke Yogya baru-baru ini. Dia sakit perut karena tidak cocok dengan makanan tertentu. Padahal, ketika dia masih tinggal di Yogya dulu, kami sering heran ketika beberapa orang asing sakit perut setelah menyantap makanan lokal. “Wah, manja…,” pikir kami waktu itu. Ternyata, sekarang teman itu mengalami hal yang sama. Perut yang sudah lama terbiasa dengan jenis makanan tertentu tidak selalu langsung cocok dengan jenis makanan baru. Kebersihan makanan tidak selalu menjamin bahwa perut yang baru mengenal makanan tersebut akan baik-baik saja. Begitulah kesimpulan seorang teman lain yang sudah berpengalaman tinggal di berbagai negara. Masuk akal juga pendapat itu. Jika perut Anda kurang tahan banting, ada baiknya Anda mengkombinasikan makanan yang biasa Anda makan di negara Anda dengan makanan lokal sebelum Anda beralih total ke makanan lokal. Jika perut Anda sudah berteman dengan makanan lokal, Anda bisa mencoba variasi makanan yang ditawarkan di warung-warung tenda di pinggir jalan. Nasi goreng, sate, soto, ikan goreng atau bakar, dan tentu saja makanan khas Yogya, nasi gudeg, adalah sebagian dari menu enak dan murah yang tersedia..Bagaimana kalau Anda tiba-tiba lapar padahal hari sudah larut malam? Warung Padang yang buka 24 jam siap menyambut Anda dengan menu khas yang pedas. Warung lesehan dengan menu gudeg, ikan atau ayam goreng juga siap melayani Anda dari jam 21.00 sampai jam 04.00.

Masih ada beberapa tips yang akan berguna bagi Anda yang ingin berlibur ke Yogya. Ikuti saja informasi berikut ini:

  • NAIK APA KE Yogya?
    Mungkin Anda lebih kenal Bali dan Jakarta daripada Yogya, namun tidaklah sulit pergi ke Yogya. Ada banyak pilihan alat transportasi langsung ke Yogyakarta atau lewat Bali, Jakarta, dan kota-kota lainnya. Meskipun masih terbatas, sudah ada beberapa penerbangan internasional langsung ke Yogya, yakni dari Kualalumpur dan Singapura. Harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik pun sekarang lebih murah daripada tiga tahun yang lalu. Harga tiket Jakarta-Yogya atau Bali-Yogya adalah Rp 100.000-Rp 500.000 untuk sekali jalan. Lama perjalanannya 1 jam.

    Jika Anda punya banyak waktu dan ingin santai menikmati pemandangan selama perjalanan, kereta api dari Jakarta bisa Anda pilih. Dengan membayar Rp 150.000-Rp 200.000 untuk harga tiket kereta api eksekutif pagi (Taksaka atau Argo Dwipangga), Anda bisa menikmati panorama sawah-sawah selama perjalanan 6-8 jam.
     

  • CUACA DAN PAKAIAN
    Karena terletak di Indonesia yang tropis, Yogya hanya memiliki 2 musim, yakni musim kemarau dan musim hujan. Musim kemarau berlangsung di antara bulan Mei sampai dengan November dan musim hujan dari Desember sampai dengan Mei. Udara Yogya lembab. Ini akan membuat Anda hampir selalu merasa kepanasan. Suhu udara bisa mencapai 35o C.

    Demi kenyamanan pakailah pakaian dari katun atau bahan lain yang menyerap keringat. Jika Anda malas membawa banyak pakaian, jangan khawatir! Di Pasar Beringharjo dan kaki lima Jalan Malioboro (di pusat kota) puluhan penjual menawarkan aneka pakaian dengan corak etnik untuk konsumsi turis. Tampil modis dalam rok atau kemeja batik bisa Anda lakukan tanpa biaya tinggi. Jika Anda tidak ingin tampil terlalu turistis, toko-toko di Malioboro Mall menyediakan pakaian-pakaian untuk kesempatan formal maupun santai. Anda juga bisa menjelajahi outlet pakaian yang tersebar di seluruh Yogya. Yogya sebagai kota mahasiswa memang menawarkan berbagai kesempatan untuk tampil trendy dengan ‘harga mahasiswa’.
     

  • KERAMAIAN DAN AKOMODASI
    Anda berasal dari negara yang tidak padat penduduknya? Jika ya, Anda akan melihat bahwa di Yogya jalan-jalan begitu padat. Ke mana pun pergi Anda akan selalu bertemu orang, atau sepeda motor. Keadaan ini membuat Yogya tak pernah sepi dari suara. Yang mungkin tidak Anda jumpai di negara Anda, di Indonesia termasuk Yogya, lima kali sehari Anda bisa mendengar adzan dari loudspeaker mesjid.
    Jika Anda sensitif terhadap suara, misalnya, Anda sulit tidur jika ada suara kendaraan, sebaiknya Anda mengecek beberapa hal sebelum memilih tempat akomodasi . Anda bisa tinggal di hotel berbintang yang bebas dari kebisingan. Jika Anda lebih suka hotel kecil atau losmen, Anda bisa memilih losmen yang tidak terlalu dekat dengan sumber-sumber suara yang dapat mengganggu Anda.
     
  • KEAMANAN
    Seperti kota-kota lain di dunia, Yogya tidak bebas copet. Anda tidak perlu terlalu takut, namun berhati-hati merupakan pilihan terbaik. Bawalah tas Anda dengan posisi aman dan jangan membawa dokumen-dokumen penting dan barang-barang berharga kecuali jika memang harus.

    Di Yogya ada Polisi Pariwisata yang dapat Anda hubungi untuk masalah keamanan. Polisi Pariwisata berkantor di lantai 2 gedung Tourist Information Centre di Jalan Malioboro.
     

  • VISA
    Kebanyakan turis mendapatkan visa turis yang berlaku selama 1 bulan. Ada beberapa macam aturan visa tergantung negara asal Anda (silakan lihat di www.expat.or.id/info/docs.html). Jika Anda perlu tinggal di Yogya lebih dari 1 bulan, misalnya untuk mengikuti kursus bahasa Indonesia, Anda bisa mengajukan permohonan ke Kedutaan Indonesia di negara Anda untuk mendapatkan visa sosial budaya. Visa ini berlaku selama 2 bulan dan dapat diperpanjang di Indonesia setiap bulan. Perpanjangan tersebut maksimal 4 kali.

    Nah, Anda tertarik untuk datang ke Yogya? Segera hubungi biro perjalanan Anda. Mudah-mudahan beberapa tips tadi berguna untuk Anda sehingga kunjungan Anda tidak berakhir di rumah sakit atau berlangsung lebih singkat karena salah visa.

    Sampai jumpa di Yogya!

2 comments to Agar Liburan di Yogya Lebih Nyaman

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>