Our School

Alam Bahasa Indonesia

Categories

  • No categories

Jogjakarta: Lebih dari Sekedar Liburan

Saat mendengar tentang Jogja biasanya ada tiga hal yang langsung terlintas di benak kebanyakan orang: Malioboro (jalan yang menjadi masyur karena pedagang kaki limanya), Kraton (istana kesultanan Jogjakarta), dan gudeg (makan khas Jogja yang terbuat dari nangka yang dimasak cukup lama). Tiga hal itulah yang sejak dulu menjadi “merek dagang” atau “trademark” kota Jogja. Para wisatawan baik asing maupun lokal selalu berduyun-duyun meninjau isi Kraton yang penuh dengan benda-benda bersejarah, membeli berbagai pernak-pernik kerajinan tangan di Malioboro, dan mencicipi gudeg yang manis dalam kendil tanah ataupun yang dibungkus daun pisang. Sangat disayangkan jika Anda pergi ke Jogja hanya untuk menikmati ketiga hal tersebut. Ada banyak hal yang ditawarkan kota Jogja. Oleh karena itu gunakan waktu libur Anda untuk melihat-lihat setiap sudut kota yang kaya budaya ini.

Jika Anda ingin menembus lorong waktu dan kembali ke masa silam, kunjungilah berbagai tempat bersejarah yang tinggi nilai budayanya. Selain Kraton Anda dapat mengunjungi Tamansari yang terletak kurang lebih 1 km di sebelah selatan Kraton Jogjakarta. Pada jaman dahulu Tamansari adalah tempat pemandian dan rekreasi bagi Sultan dan keluarganya. Meski kini hanya tinggal reruntuhan, sisa-sisa kemegahan Tamansari masih tampak jelas. Gunakan imajinasi Anda, bayangkan betapa enaknya menjadi raja di jaman Jawa kuno dan memiliki satu kompleks tempat rekreasi, lengkap dengan kolam pemandian, danau, pulau dan pelabuhan buatan. Konon dulunya Tamansari digunakan oleh para Sultan untuk memilih selir , namun setidaknya tempat tersebut adalah salah satu peninggalan sejarah yang patut untuk Anda kunjungi.

Di dekat Tamansari terdapat sebuah kampung yang cukup menarik untuk dikunjungi. Namanya Kampung Taman namun lebih terkenal sebagai kampung Batik. Berbagai jenis batik dalam berbagai macam bentuk seperti lukisan maupun pakaian dibuat dan dijual di Kampung Taman. Di sana Anda dapat melihat langsung proses pembuatan batik atau bahkan belajar membuat batik. Batik buatan tangan Anda sendiri tentunya akan menjadi oleh-oleh yang cantik dan mengesankan bagi sanak keluarga Anda.

Kembali ke monumen bersejarah yang tinggi nilai estetis dan budayanya, tempat lain yang bisa Anda kunjungi ialah Imogiri (makam raja-raja Mataram). Tempat ini pasti akan memperkaya pengetahuan Anda tentang sejarah raja-raja Mataram yang telah wafat. Selain Imogiri, jika Anda ingin melihat langsung candi-candi terkenal yang selama ini hanya Anda baca di buku, maka Anda harus berkunjung ke candi Prambanan dan Borobudur. Candi Prambanan adalah candi Hindu yang indah. Konon, menurut legenda yang beredar pada masyarakat setempat, candi ini dibangun hanya dalam waktu satu malam saja. Apabila Anda sulit mempercayai hal tersebut jangan simpan rasa penasaran Anda, datang saja ke Prambanan dan cari tahu sejarah sebenarnya. Di Prambanan Anda juga bisa menyaksikan pementasan Sendratari Ramayana.

Setelah mengunjungi Prambanan belum lengkap rasanya jika Anda tidak pergi ke Borobudur. Borobudur adalah candi Budha yang merupakan salah satu keajaiban dunia. Di kaki Borobudur terdapat banyak penginapan yang bisa Anda pilih untuk bermalam. Saat menginap di sana, pastikan bahwa Anda bangun cukup pagi untuk melihat matahari terbit di Borobudur. Tak ada kata yang tepat untuk menggambarkannya, Anda benar-benar harus ke sana dan merasakannya sendiri.

Liburan Anda ke Jogja dapat menjadi semakin berkesan jika Anda juga ikut menyaksikan dan terlibat langsung dalam berbagai upacara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat Jogja. Upacara Sekaten merupakan salah satu diantaranya. Sekaten merupakan upacara keluarnya gamelan pusaka (alat musik tradisional Jawa) milik Kraton Jogja yang akan diletakkan di halaman masjid Agung dan dibunyikan selama 7 hari. Dalam rangka Sekaten selama satu bulan digelar Pasar Malam di Alun-alun Utara kota Jogja. Upacara Sekaten diadakan satu tahun sekali. Selain upacara Sekaten Anda juga bisa menyaksikan upacara Tumplak Wajik atau upacara pembuatan wajik (sejenis makanan yang terbuat dari beras ketan dan gula kelapa), dan upacara Siraman Pusaka yaitu upacara untuk membersihkan pusaka yang berwujud kereta, keris, tombak, dan lain-lain. Kedua upacara tersebut juga diadakan satu tahun sekali.

Sebelum Anda meninggalkan Jogja, sempatkan juga untuk mengunjungi Kota Gede yang merupakan pusat kerajinan perak di kota Jogja. Berbagai perhiasan perak dapat Anda temukan di sana. Selain pusat kerajinan perak, Jogja juga memiliki pusat kerajinan tembikar yang terletak di Kauman. Apabila ingin lebih banyak membawa oleh-oleh untuk teman dan keluarga, kunjungi Pasar Beringharjo yang terletak di jalan Malioboro. Di sana Anda bisa membeli batik dari yang antik sampai yang terbaru, keris antik, bahan jamu dan banyak lagi barang unik yang lain. Sesudah itu jangan lupa berbecak 5 menit ke jalan Pathuk untuk membeli atau menikmati makanan khas Jogja lainnya yaitu Bakpia Pathuk yang manis dan bergizi tinggi.

Jogjakarta adalah kota yang menyimpan sejuta pesona. Kota Jogja menawarkan lebih dari sekedar liburan. Datanglah ke Jogja jika Anda ingin meresapi setiap inci keindahan budayanya. Kota ini dijamin akan meninggalkan kesan mendalam di hati Anda.

Rosemary Kesauly

Mantan Staf Pemasaran Alam Bahasa Indonesia
Penulis adalah juara 1 lomba menulis novel remaja Gramedia Pustaka Utama, Februari 2005

 

1 comment to Jogjakarta: Lebih dari Sekedar Liburan

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>