Pergi ke Desa
Tulisan di bawah ini adalah hasil tulisan murid-murid PURI selama/sesudah mereka belajar di PURI. Tulisan ini dimuat tanpa proses editing apa pun, selain judul dan beberapa tanda baca yang ditambahkan untuk memperjelas maksud tulisan. Pemuatan tulisan ini sudah mendapat izin dari yang bersangkutan.
Hari Jumat sesudah kelas, saya pergi ke jalan Malioboro dengan Josef dan Karl. Kami naik taksi. Saya membeli satu kaos dan sepatu, harganya Rp 90.000. Jam tujuh lewat duapuluh malam teman-teman pergi sama-sama ke PURI lalu naik taksi ke New Java Cafe. Di sana kami minum bir dan minuman lain. Saya, Josef, dan Sri menari sedikit. Jam sebelas saya naik sepeda motor dengan Sri ke Safir Cafe. Di sana ada live band seperti Bob Marley. Semua orang diberi minuman dan Ciggy. Jam satu saya pergi pulang. Saya naik taksi satu kali lagi dan saya harus tidur.
Pagi-pagi sesudah tidak banyak tidur harus ke PURI dan naik mobil ke desa Nanik. Mbak Nanik adalah guru di PURI. Di dalam mobil kami menyanyi. Ketika sampai di Solo kami melihat museum sejarah Jawa lalu makan siang. Kemudian, kami harus membeli makan sore karena belum ada makanan di rumah Nanik. Kami membeli sayur-sayuran, daging sapi, mie, minuman dan sebagainya. Sampai di desa di daerah Sukoharjo, di rumah Nanik kami bertemu dua adik dia. Nanik tinggal di rumah yang terbuat dari batu, bukan rumah tradisional. Sesudah itu saya, Susan, Martin, dan Nanik jalan-jalan di desa. Orang-orang di desa mengikuti kami sampai di Keluarga Nanik. Sawahnya indah sekali, saya senang. Kami makan malam dan mencoba tidur tetapi susah. Di tempat tidur ada katak karena saya tidur di permadani di lantai. Saya hanya tidur sedikit, karena jam 5.30 pagi-pagi saya bangun untuk jalan-jalan di sawah. Saya ambil banyak foto. O, saya suka desa. Di rumah kami mandi dan makan pagi. Jam 1 siang kami naik mobil pulang ke Yogyakarta. Hari Minggu saya capek sekali.
Charlotte Noltrop
Murid Alam Bahasa Indonesia
Charlotte mulai belajar di PURI memakai materi tingkat pemula

