Alam Bahasa Indonesia

Bulletin tentang budaya, alam, seni dan kehidupan Indonesia

Alam Bahasa Indonesia RSS Feed
 
 
 
 

Sendu

Anting Jatiningtyas

Kalau ku boleh kembali ke masa lampau
Hanya satu pintaku
Jangan hadirkan aku
Tuk lalui masa sendu

Kalau ku boleh berkeluh
Biarkan sendu berlalu
Hapuskan kelabu
Munculkan damai di kalbu

Kalau boleh ku berlalu
Jangan biarkan sembilu
Halangi langkahku

 

Andai Waktu Dapat Diputar

Alam Bahasa Indonesia

Andai waktu bisa diputar
Aku ingin memutarnya
Jauh ke masa yang lalu
Agar aku bisa mengenalmu sejak dulu


Andai aku bisa meminta
Aku ingin menjadi pohon
Agar kau bisa berteduh
Dan aku ingin menjadi semut
Agar bisa belajar berbagi denganmu
Adakah kau tau itu ?

Katrin 4876

Puisi tanpa judul ini ditulis oleh Katrin 4876 yang merupakan nama pena dari salah seorang guru bahasa Indonesia di Puri ILP.

Andai

Anting Jatiningtyas

Andai ku bintang
Kan ku terangi angkasa
Kan ku urai semua duka

Andai ku bulan
Kan ku sapa malam
Kan ku sinari gulita

Andai ku cahaya
Kan ku tebar ceria
Kan ku halau derita

Bunga Mawar

Alam Bahasa Indonesia

Bunga mawar tumbuh sendirian,
Ingin berkembang di dunia lain,
Di mana air terjun membasahkannya,
Tempat burung merpati bermain.

Bulan terang terbit tanpa peringatan,
Menyibak kegelapan dengan cahaya,
Kesepian mengelilingi penderitaan,
Kelihatannya malam ini berbahaya.

Ketika salat subuh terdengar,
Malaikat menangis di atas kubur,
Hendak kembali ke surga,
Tempat bunga mawar menyubur


R.M.A. Van Der Schaar

Murid Alam Bahasa Indonesia
Penulis adalah mahasiswa universitas Leiden yang belajar bahasa Indonesia (mulai dari kelas madya) dan berlatih bicara bahasa Jawa di PURI ILP, tanggal 13 Juni-29 Juli 2005


Asa

Anting Jatiningtyas

Kala ku punya sayap
Kan ku belah angkasa
Kan ku hantar sebuah tanya
Adakah asa di sana?

Kala ku bisa terbang
Kan ku gapai nirwana
Kan ku untai sebuah doa
Akankah bahagia ku dapat?

Kala ku capai bahana
Kan ku sua sang surya
Kan ku lontar sebuah asa
Bilakah sang surya berpijar ceria?

Kala ku hadap sang pencipta
Akankah asa dan doa terjawab?

Jalan - Jalan ke Candi sambisari

Anting Jatiningtyas

Suatu sore di Candi Sambisari

jalan jalan jalan jalan

 
Hari Jumat tanggal 12 Agustus, semua guru dan murid Alam Bahasa pergi jalan-jalan ke candi Sambisari. Di Candi ini kami belajar tentang sejarah Candi Sambisari. Selain belajar, kami juga bermain dan bertukar budaya. Menari tarian Jepang dan Belanda, juga bermain permainan tradisonal anak-anak Jawa.

Sejarah Candi Sambisari

Candi SambisariCandi Sambisari terletak di desa Sambisari, kelurahan Purwomartani, kecamatan Kalasan, kabupaten Sleman, Yogyakarta, ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang penduduk dan selesai dipugar / direnovasi pada tahun 1997. Sebelum ditemukan, candi ini tertimbun tanah sedalam 6,5 meter. Candi ini tertimbun tanah karena adanya bencana letusan gunung Merapi pada tahun 1006 M.

Candi Sambisari adalah candi Hindu Siwaistis. Candi ini berfungsi sebagai monumen dan tempat pemujaan, sampai sekarang candi ini juga masih dipakai sebagai tempat pemujaan atau berdoa dan tempat penyelenggaraan upacara keagamaan bagi pemeluk agama Hindu. Candi Sambisari yang terbuat dari batu andesit ini merupakan kompleks percandian yang mempunyai 1 candi induk dan 3 buah candi perwara di depannya. Candi induk menghadap ke barat. Candi ini tidak punya kaki candi. Alas candi juga berfungsi sebagai kaki candi. Di bagian badan candi terdapat relung-relung. Di atas relung-relung tersebut terdapat hiasan kepala Kala di atasnya. Di dalam setiap relung terdapat sebuah patung. Kompleks candi Sambisari ini dikelilingi batu putih berukuran 50 x 48 meter. Di teras candi terdapat 12 batu ( 8 batu persegi dan 4 batu bulat ) di sekeliling bilik pemujaan.

Ada apa di Candi Sambisari?

Patung Agasya

patung agastyaPatung Agastya ( di relung selatan ). Patung ini digambarkan berbentuk orang tua dalam posisi berdiri, berlengan dua, berkumis, berjanggut lebat dan berperut buncit. Patung Agastya yang terdapat di candi Sambisari ini bertasbih ( Aksamala ) yang dikalungkan di lehernya, di bahu kirinya ada camara ( penghalau lalat ).

Patung Durga Mahissasuramardini

patung durga mahissasuramardiniPatung Durga Mahissasuramardini ada di relung utara. Patung Durga yang ada di candi ini mempunyai 8 lengan, 4 lengan kanannya memegang cakra, anak panah, pedang dan trisula, sedangkan 4 lengan kirinya memegang busur, gada, perisai dan camara. Patung Durga ini merupakan simbol dari pertarungan gelap ( kejahatan ) melawan terang ( kebaikan ).

 

Patung Ganeca

patung ganecaPatung Ganesha ada di relung timur. Ganesha adalah anak dari dewa Siwa dan Parwati. Ganesha ini digambarkan sebgai manusia yang berkepala gajah dan merupakan simbol dari dewa pengetahuan dan penolak rintangan. Patung ini sering ditempatkan di tempat-tempat yang berbahaya. Patung Ganesha di candi Sambisari ini ada dalam posisi duduk di atas padmasana, berkalung Kastanya (Upawita) berbentuk ular naga (Nagapasa), kedua telapak kakinya bertemu, berlengan 4. Kedua lengan kanannya memegang Aksamala dan taring yang patah, sedangkan kedua tangan kirinya memegang mangkok dan Parashu (kapak). Belalainya menjulur menyedot isi mangkok. Hal ini merupakan simbol kehausan akan ilmu pengetahuan.

Selain patung Durga, Agastya dan Ganesha, di kiri ¨C kanan pintu masuk dulu juga terdapat 2 patung penjaga pintu candi, yaitu Mahakala dan Nandiswara, tapi sekarang sudah hilang dicuri.
Candi Sambisari ini punya satu bilik kecil. Di dalam bilik itu terdapat Lingga dan Yoni. Lingga merupakan perwujudan dari dewa Siwa, sedangkan Yoni merupakan perwujudan dari sakti ( istri ) dewa Siwa. Kesatuan Lingga dan Yoni ini adalah simbol dari totalitas dan juga kesuburan.

Bagaimana Cara Memakai -nya?

Alam Bahasa Indonesia

Imbuhan -nya sering sekali dipakai baik dalam bahasa lisan maupun bahasa tulisan, namun kebanyakan pembelajar bahasa Indonesia masih sering mengalami kesulitan dalam memakai bentuk -nya ini secara benar. Berikut akan diulas beberapa fungsi dan makna penggunaan bentuk -nya dalam Bahasa Indonesia. Penjelasan makna ¨Cnya pada masing-masing contoh kalimat terdapat di dalam tanda kurung yang berada di belakang kalimat tersebut.

1. -nya dipakai sebagai kata ganti ketiga, baik kata ganti orang maupun bukan orang. -nya sebagai kata ganti ketiga ini mempunyai tugas untuk menunjukkan :

  1. Objek pelaku atau penderita dalam kalimat
    Contoh:
  • Romi adalah anak laki-laki pertamaku. Aku akan menghadiahinya sepeda kalau dia sudah berumur 5 tahun. ( = dia/Romi )
  • Bukuku ada di atas lemari. Aku tidak bisa mengambilnya. ( = buku itu )
  • Dori senang sekali membaca. Semua buku di sini sudah dibacanya. (= dia/Dori)
  1. Kata ganti milik
    Contoh:
  • Gadis itu manis sekali. Kau tahu siapa namanya dan di mana rumahnya? ( = dia/gadis itu )
  • Bu, Yudi sudah berangkat? Topinya ketinggalan di meja. ( = dia/Yudi )
  • Yud, di mana kamu beli baju ini? Berapa harganya? ( = baju ini )

2. -nya bisa dipakai sebagai akhiran atau sufiks. Sebagai akhiran, tugas -nya bisa disamakan dengan the dalam bahasa Inggris
Contoh:

  • Aku mau membuat kopi, di mana gulanya? ( = gula untuk minum kopi )
  • Kalau kau membaca, hidupkan lampunya! Kalau tidak, matamu bisa sakit. ( lampu untuk membaca )
  • Kalau mau ke Parangtritis, kau tahu jalannya? ( = jalan untuk ke Parangtritis )

3. Sebagai akhiran, -nya juga mempunyai tugas untuk memberi tekanan pada kata yang diikutinya (emphasis).
Contoh:

  • Wah, cantiknya cewek itu! ( = benar-benar cantik )
  • Aduh, kecilnya baju ini! Aku mau yang lebih besar. ( = benar-benar kecil )

Sebagai emphasis, -nya juga dipakai untuk memberi tekanan pada kata yang merujuk pada waktu tertentu yang telah dibicarakan sebelumnya (sesudah waktu yang telah disebutkan sebelumnya).
Contoh:

  • Kemarin pagi aku tidak makan dan siangnya perutku sakit karena maagku kambuh. ( = sesudah kemarin pagi )
  • Minggu depan aku akan ke Surabaya lalu minggu depannya aku akan ke Jakarta. ( = sesudah minggu ini )
  • Nanti sore aku akan pergi ke warnet. Lalu malamnya aku akan pergi ke rumah kamu. ( = sesudah nanti sore )

-nya sebagai emphasis juga bisa menguatkan kata bilangan yang berarti hanya, seluruh atau semua.
Contoh:

  • Nama mereka Lia dan Arman. Dua-duanya anak Pak Sutomo. ( = semua )
  • Dia adalah satu-satunya laki-laki di kelas kami. ( = hanya )
  • Kamu mau roti yang mana? Coklat, strawbery atau vanila? Aku mau tiga-tiganya. (= semua)

4. Dalam satu ekspresi tertentu, -nya dipakai untuk menunjukkan sesuatu atau hal yang paling unggul di antara sesama golongannya atau menunjukkan kesejatian dari suatu unsur.
Contoh:

  • Anak yang baru berumur 7 bulan, pasti lagi lucu-lucunya. ( = paling lucu )
  • Ini baru kopinya kopi. ( = kopi yang punya kualitas paling bagus )
  • Jam 07.00 ¨C 08.00 Jl. Gejayan pasti lagi ramai-ramainya. ( = paling ramai )

5. -nya juga dipakai untuk menominalkan kata yang bukan kata benda (kata kerja atau kata sifat)
Contoh:

  • Desa kami akan membangun saluran irigasi. Dengan dibangunnya saluran itu, masyarakat berharap bisa mendapatkan air yang cukup untuk sawah mereka. ( = pembangunan )
  • Putus cinta, sakitnya pasti berhari-hari. ( = rasa sakit )

6. Selain dipakai pada situasi yang telah disebut di atas, -nya juga sudah melekat pada beberapa kata tertentu dan sudah punyai arti tersendiri, misalnya: biasanya, agaknya, rupanya, hendaknya, dll.
Contoh:

  • Biasanya dia sudah bangun pagi-pagi, mengapa sekarang dia belum bangun? Apakah dia sakit?
  • Katanya rumah tua itu berhantu. Semua orang takut melewatinya.
  • Kelihatannya kue itu enak sekali. Aku jadi lapar melihatnya.

Mengunjungi Wakil Ratyat

Alam Bahasa Indonesia

Belajar bahasa Indonesia di PURI tidak selalu di dalam kelas. Kali ini salah seorang murid bernama Lisa Buckingham dari Australia mendapat kesempatan untuk belajar di luar kelas dengan mewawancarai tokoh-tokoh politik Indonesia. PURI dapat menghubungi beberapa anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Yogyakarta dari fraksi PAN (Partai Amanat Nasional) yaitu Bapak Bachrun Nawawi dan Slamet Muslimin.

Mbak Lisa menemui kedua wakil rakyat itu di sekretariat DPW PAN (Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional) di Jl. Sisingamangaraja no. 76 bersama dua orang guru PURI yaitu Pak Djohan dan Mbak Woro pada hari Senin tanggal 10 Juni 2002 pada jam 11.30 WIB.

Mbak Lisa bekerja di Kedutaan Besar Australia di bidang pertahanan politik. Dia mau mewawancarai kedua tokoh politik Indonesia itu untuk mengetahui keadaan politik di Indonesia karena dia harus menulis tentang pertimbangan kebijakan politik di bidang pertahanan dan keamanan Australia dan Indonesia di waktu mendatang. Kedua wakil rakyat Indonesia senang sekali mendapat kunjungan dari orang yang bekerja di kedutaan.

Wawancara berlangsung ramah dan akrab. Mbak Lisa merasa senang walaupun harus menunggu selama 45 menit karena Pak Bachrun dan Pak Slamet harus menghadiri sidang sampai jam 11.30 WIB. Tepat pada waktu yang dijanjikan oleh sekretaris eksekutif PAN, mereka berdua datang. Mbak Lisa mewawancarai mereka selama kurang lebih 40 menit. Sesudah itu, ganti Mbak Lisa yang diwawancarai. Rupanya beliau berdua juga tidak melewatkan kesempatan emas ini.

Wah­.mau mewawancarai malah diwawancarai.

Pergi ke Desa

Alam Bahasa Indonesia

Tulisan di bawah ini adalah hasil tulisan murid-murid PURI selama/sesudah mereka belajar di PURI. Tulisan ini dimuat tanpa proses editing apa pun, selain judul dan beberapa tanda baca yang ditambahkan untuk memperjelas maksud tulisan. Pemuatan tulisan ini sudah mendapat izin dari yang bersangkutan.

Hari Jumat sesudah kelas, saya pergi ke jalan Malioboro dengan Josef dan Karl. Kami naik taksi. Saya membeli satu kaos dan sepatu, harganya Rp 90.000. Jam tujuh lewat duapuluh malam teman-teman pergi sama-sama ke PURI lalu naik taksi ke New Java Cafe. Di sana kami minum bir dan minuman lain. Saya, Josef, dan Sri menari sedikit. Jam sebelas saya naik sepeda motor dengan Sri ke Safir Cafe. Di sana ada live band seperti Bob Marley. Semua orang diberi minuman dan Ciggy. Jam satu saya pergi pulang. Saya naik taksi satu kali lagi dan saya harus tidur.

Pagi-pagi sesudah tidak banyak tidur harus ke PURI dan naik mobil ke desa Nanik. Mbak Nanik adalah guru di PURI. Di dalam mobil kami menyanyi. Ketika sampai di Solo kami melihat museum sejarah Jawa lalu makan siang. Kemudian, kami harus membeli makan sore karena belum ada makanan di rumah Nanik. Kami membeli sayur-sayuran, daging sapi, mie, minuman dan sebagainya. Sampai di desa di daerah Sukoharjo, di rumah Nanik kami bertemu dua adik dia. Nanik tinggal di rumah yang terbuat dari batu, bukan rumah tradisional. Sesudah itu saya, Susan, Martin, dan Nanik jalan-jalan di desa. Orang-orang di desa mengikuti kami sampai di Keluarga Nanik. Sawahnya indah sekali, saya senang. Kami makan malam dan mencoba tidur tetapi susah. Di tempat tidur ada katak karena saya tidur di permadani di lantai. Saya hanya tidur sedikit, karena jam 5.30 pagi-pagi saya bangun untuk jalan-jalan di sawah. Saya ambil banyak foto. O, saya suka desa. Di rumah kami mandi dan makan pagi. Jam 1 siang kami naik mobil pulang ke Yogyakarta. Hari Minggu saya capek sekali.

Charlotte Noltrop

Murid Alam Bahasa Indonesia
Charlotte mulai belajar di PURI memakai materi tingkat pemula

PURI Peduli

Alam Bahasa Indonesia

Selama tiga tahun terakhir, permintaan beasiswa semakin banyak dikirimkan kepada PURI PEDULI. Untuk menanggapi hal tersebut, pada tahun ajaran 2002/2003 ini kami menambah jumlah beasiswa. Sebelumnya, kami memberikan beasiswa untuk 26 siswa. Pada tahun ajaran 2002/2003, kami memberikan beasiswa untuk 53 siswa. Jadi, ada penambahan 27 siswa. Mudah-mudahan dengan adanya penambahan ini, kami diberi lebih banyak kemudahan dan kami mendapat lebih banyak dukungan dari banyak pihak.

TERIMA KASIH KAMI

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami. Di edisi ini, kami mengucapkan terima kasih kepada yang baru-baru ini memberi bantuan kepada kami, yaitu:

  • Elizabeth and Kartini (Holilaart, Belgium)
  • Joyce Fredriksz (The Netherlands)
Page 2 of 7«12345»...Last »