Alam Bahasa Indonesia

Bulletin tentang budaya, alam, seni dan kehidupan Indonesia

Alam Bahasa Indonesia RSS Feed
 
 
 
 

Indahnya Suara Gamelan di Sore Hari

Ketika saya duduk di teras rumah sambil menikmati kopi hangat ditemani pisang dan tahu goreng, samar-samar terdengar suara gamelan jawa dari rumah tetangga. Suasananya terasa sangat akrab dan indah. Hal itu mengingatkan saya beberapa tahun yang lalu ketika saya masih kuliah di universitas. Kami harus belajar bermain gamelan. Suasana indah dan mengesankan pada saat itu sampai sekarang masih segar dalam ingatan saya.

Musik daerah di Indonesia ada bermacam-macam, di antaranya yang paling terkenal adalah gamelan. Gamelan digunakan untuk mengiringi pertunjukan wayang atau tarian. Kata “gamelan” berasal dari bahasa jawa “gamel” yang berarti alat musik atau alat yang dipukul dan “gangsa” yaitu sejenis logam campuran tembaga dan rejasa atau timah. Di Jawa khususnya, musik daerah ini disebut karawitan yang punya arti kehalusan yang diwujudkan dalam seni gamelan. Ada beberapa seni yang erat hubungannya dengan karawitan antara lain:

  1. Seni suara, seni secara vokal pada gamelan diantaranya sinden, bawa, gerong, sendon dan celuk.
  2. Seni pedalangan, ada bermacam-macam diantaranya wayang purwa, wayang klithik, wayang gedog, wayang golek, wayang beber, wayang suluh(wayang perjuangan) dan wayang wahyu (tentang perjanjian lama/baru).
  3. Seni tari, ada bermacam-macam diantaranya ada yang bermakna yaitu tari Srimpi, Bedayan, Golek, Wireng (Yogya), Pethilan ( dari Solo artinya tari yang diambil sebagian saja)

Seperangkat gamelan terdiri dari bermacam-macam alat musik. Seperangkat kecil biasanya terdiri dari tiga belas alat musik, sedangkan yang besar biasanya terdiri dari empat belas sampai dua puluh satu. Nama-nama gamelan baku seperti tersebut di bawah ini:

1. Rebab (bentuknya seperti biola bertali dua)
2. Gender barung (besar)
3. Gender penerus (kecil)
4. Gambang (terbuat dari kayu)
5. Suling
6. Siter
7. Clempung (di Sunda disebut kecapi)
8. Kendang (terdiri dari kendang besar, ciblon dan ketipung)
9. Bonang barung
10. Bonang penerus (kecil)
11. Slenthem (kecil)
12. Demung (besar seperti slenthem)
13. Saron barung (ada 2 besar)
14. Saron penerus/peking (kecil)
15. Kenong (besar)
16. Kethuk (seperti kenong tetapi kecil)
17. Japan (seperti kenong tetapi lebih besar)
18. Kempyang (seperti kethuk dan ada 2)
19. Kempul
20. Gong ageng
21. Gong suwukan

Gamelan non baku :

1. Kemanak, bentuknya seperti pisang /kentongan
2. Kecer
3. Terbang, khusus dipakai dalam gamelan Larasmaya
4. Bedug

Jenis Gamelan:

  1. Gamelan Klenengan (daerah Klaten dan Solo) Uyon-uyon (daaerah Jogjakarta), terdiri dari instrumen, penyanyi/waranggana, gerong tetapi tidak ada tarian.
  2. Gamelan untuk gending Bonang (Solo) atau gending Soran (Jogjakarta), untuk jenis gamelan ini hanya ada beberapa instrumen yang tidak dimainkan seperti rebab.
  3. Gamelan Sekaten, jenis gamelan ini lebih besar daripada gending Soran dan dimainkan pada waktu penutupan sekaten.
  4. Gamelan Perang, dipakai oleh para prajurit Kraton, adapun instrumen yan dipakai adalah: kendang, gong, gubar, gurnan/gurni, bahri/beri, tambur, suling, puksur, tong-tong, maguru gangsa.

Gamelan yang merupakan warisan nenek moyang ini sangat indah dan tidak kalah dengan perangkat musik lainnya. Sayang kalau ditinggalkan atau dilupakan begitu saja. . Karena itu mudah-mudahan hati kita sekalian tergerak untuk mengenal dan belajar memainkannya. Bagaimana?, tertarik?. Jawabannya ada di benak kita masing-masing…..mangga (bahasa Jawa) yang berarti silakan…mencoba.

gamelan bonang

gamelan rebab

gamelan kethuk

Bonang

Rebab

Kethuk

gamelan gambang

gamelan kendang

gamelan gong

Gambang

Kendang

Gong

  gamelan saron  

 

Saron

 

Leave a Reply