Bagaimana Cara Memakai -nya?
Imbuhan -nya sering sekali dipakai baik dalam bahasa lisan maupun bahasa tulisan, namun kebanyakan pembelajar bahasa Indonesia masih sering mengalami kesulitan dalam memakai bentuk -nya ini secara benar. Berikut akan diulas beberapa fungsi dan makna penggunaan bentuk -nya dalam Bahasa Indonesia. Penjelasan makna ¨Cnya pada masing-masing contoh kalimat terdapat di dalam tanda kurung yang berada di belakang kalimat tersebut.
1. -nya dipakai sebagai kata ganti ketiga, baik kata ganti orang maupun bukan orang. -nya sebagai kata ganti ketiga ini mempunyai tugas untuk menunjukkan :
- Objek pelaku atau penderita dalam kalimat
Contoh:
- Romi adalah anak laki-laki pertamaku. Aku akan menghadiahinya sepeda kalau dia sudah berumur 5 tahun. ( = dia/Romi )
- Bukuku ada di atas lemari. Aku tidak bisa mengambilnya. ( = buku itu )
- Dori senang sekali membaca. Semua buku di sini sudah dibacanya. (= dia/Dori)
- Kata ganti milik
Contoh:
- Gadis itu manis sekali. Kau tahu siapa namanya dan di mana rumahnya? ( = dia/gadis itu )
- Bu, Yudi sudah berangkat? Topinya ketinggalan di meja. ( = dia/Yudi )
- Yud, di mana kamu beli baju ini? Berapa harganya? ( = baju ini )
2. -nya bisa dipakai sebagai akhiran atau sufiks. Sebagai akhiran, tugas -nya bisa disamakan dengan the dalam bahasa Inggris
Contoh:
- Aku mau membuat kopi, di mana gulanya? ( = gula untuk minum kopi )
- Kalau kau membaca, hidupkan lampunya! Kalau tidak, matamu bisa sakit. ( lampu untuk membaca )
- Kalau mau ke Parangtritis, kau tahu jalannya? ( = jalan untuk ke Parangtritis )
3. Sebagai akhiran, -nya juga mempunyai tugas untuk memberi tekanan pada kata yang diikutinya (emphasis).
Contoh:
- Wah, cantiknya cewek itu! ( = benar-benar cantik )
- Aduh, kecilnya baju ini! Aku mau yang lebih besar. ( = benar-benar kecil )
Sebagai emphasis, -nya juga dipakai untuk memberi tekanan pada kata yang merujuk pada waktu tertentu yang telah dibicarakan sebelumnya (sesudah waktu yang telah disebutkan sebelumnya).
Contoh:
- Kemarin pagi aku tidak makan dan siangnya perutku sakit karena maagku kambuh. ( = sesudah kemarin pagi )
- Minggu depan aku akan ke Surabaya lalu minggu depannya aku akan ke Jakarta. ( = sesudah minggu ini )
- Nanti sore aku akan pergi ke warnet. Lalu malamnya aku akan pergi ke rumah kamu. ( = sesudah nanti sore )
-nya sebagai emphasis juga bisa menguatkan kata bilangan yang berarti hanya, seluruh atau semua.
Contoh:
- Nama mereka Lia dan Arman. Dua-duanya anak Pak Sutomo. ( = semua )
- Dia adalah satu-satunya laki-laki di kelas kami. ( = hanya )
- Kamu mau roti yang mana? Coklat, strawbery atau vanila? Aku mau tiga-tiganya. (= semua)
4. Dalam satu ekspresi tertentu, -nya dipakai untuk menunjukkan sesuatu atau hal yang paling unggul di antara sesama golongannya atau menunjukkan kesejatian dari suatu unsur.
Contoh:
- Anak yang baru berumur 7 bulan, pasti lagi lucu-lucunya. ( = paling lucu )
- Ini baru kopinya kopi. ( = kopi yang punya kualitas paling bagus )
- Jam 07.00 ¨C 08.00 Jl. Gejayan pasti lagi ramai-ramainya. ( = paling ramai )
5. -nya juga dipakai untuk menominalkan kata yang bukan kata benda (kata kerja atau kata sifat)
Contoh:
- Desa kami akan membangun saluran irigasi. Dengan dibangunnya saluran itu, masyarakat berharap bisa mendapatkan air yang cukup untuk sawah mereka. ( = pembangunan )
- Putus cinta, sakitnya pasti berhari-hari. ( = rasa sakit )
6. Selain dipakai pada situasi yang telah disebut di atas, -nya juga sudah melekat pada beberapa kata tertentu dan sudah punyai arti tersendiri, misalnya: biasanya, agaknya, rupanya, hendaknya, dll.
Contoh:
- Biasanya dia sudah bangun pagi-pagi, mengapa sekarang dia belum bangun? Apakah dia sakit?
- Katanya rumah tua itu berhantu. Semua orang takut melewatinya.
- Kelihatannya kue itu enak sekali. Aku jadi lapar melihatnya.

