Our School

Alam Bahasa Indonesia

Pencuri Apel

Di suatu senja, dua anak laki-laki mencuri apel dari sebuah kebun. Sayang sekali, mereka ketahuan dan dikejar oleh pemilik kebun apel. Karena dikejar-kejar, dua anak itu berlari terus dan sebelum hari menjadi gelap, mereka sampai di satu kuburan.

Mereka bersembunyi di balik satu batu nisan. Satu dari dua anak itu kemudian menaruh semua apelnya di tanah, tetapi ada dua apel menggelinding ke pintu gerbang kuburan. “Tidak apa-apa. Kita akan mengambil dua apel itu nanti, ketika kita pulang,” katanya. “Sementara menunggu hari menjadi lebih gelap, yuk kita bagi apel-apelnya di sini!”.

Ketika itu, seorang wanita setengah baya melewati daerah kuburan itu. Tiba-tiba, ia mendengar suara lirih di balik batu nisan. “Satu untuk saya, satu untuk kamu. Satu lagi untuk saya, satu lagi untuk kamu”.

Mendengar itu, wanita itu merasa takut sekali dan lari. Di luar kuburan, dia bertemu dengan dengan seorang laki-laki. “Tolong,” katanya, “Di kuburan sana, di balik batu nisan, ada hantu yang sedang membagi-bagi tubuh manusia.” Meskipun laki-laki itu merasa tidak yakin, dia masuk ke kuburan bersama wanita itu. Ketika mereka sampai di pintu gerbang, mereka mendengar lagi suara bisik-bisik. “Nah, terakhir, satu untuk kamu, dan satu untuk saya. Dan jangan lupa, ada dua lagi di dekat pintu gerbang”.

Dan larilah wanita dan laki-laki itu.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>