Our School

Alam Bahasa Indonesia

Bahasa Anak

Kehadiran anak yang sudah lama ditunggu-tunggu tentu saja sangat membahagiakan kami. Bisa mengikuti perkembangan fisik dan pertumbuhan mentalnya merupakan sesuatu yang sungguh-sungguh menakjubkan. Setiap hari kami tersenyum karena tingkah lakunya yang menggelikan. Semakin lama, kemampuan bahasanya juga semakin baik.

Banyu Gunung (artinya air gunung.) adalah nama anak kami. Sekarang dia sudah berumur 15 bulan. Sejak berumur 2 bulan, dia sudah menunjukkan gejala “cerewet”. Di usia itu dia suka sekali mengoceh. Banyak orang bilang bahwa dia akan cepat bisa bicara karena ayahnya dan saya, ibunya, banyak bicara. Teman-teman saya di kantor pun memberi predikat “cerewet” kepada saya. Itu karena saya memang selalu banyak bicara.

Sejak usia 2 bulan, Gunung sudah biasa saya bacakan cerita (dari buku cerita) sambil melihat gambar-gambarnya. Dia mendengarkan cerita yang saya baca sambil menggerak-gerakkan badannya dan mengoceh tidak karuan seolah-olah dia mengerti apa yang saya bacakan.

Tanpa berpikir apakah dia mengerti atau tidak, setiap hari saya mencoba berbicara dengannya. Saya yakin bahwa dia akan bisa menangkap kata-kata yang saya ucapkan kalau saya sering berkomunikasi dengannya. Seringnya dia saya ajak berkomunikasi akan membantu mengasah otaknya untuk bisa merekam kata-kata yang dia dengar. Saya selalu menjelaskan kepadanya apa yang sedang saya lakukan. Tanpa saya sadari bunyi-bunyi bahasa itu terekam dalam ingatannya dan akhirnya pada umur 9 bulan dia bisa mengerti kalimat-kalimat perintah sederhana.

Ketika dia masih di dalam kandungan saya, saya suka mendengarkan musik. Sekarang Gunung sulit tidur kalau tidak ada musik. Ternyata tanpa saya sadari, kebiasaan itu sangat bermanfaat untuk dia. Pada umur 7 bulan dia sudah bisa mengikuti lagu anak-anak dengan ikut mengucapkan bunyi-bunyi akhirnya. Semakin lama, semakin banyak kata yang dikuasainya. Kini, dalam usia 15 bulan, dia bisa mengikuti dan menyanyikan 6 lagu anak-anak yang sering saya nyanyikan.

Kalau saya perhatikan, dia belajar bahasa dengan menirukan ucapan orang-orang di sekitarnya. Gurunya di playgroup juga mengatakan bahwa dia bisa dengan cepat menirukan ucapan gurunya.

Saya yakin, penting bagi para orang tua untuk selalu mengajak anak-anak mereka berkomunikasi , baik dengan berbicara maupun menggunakan ekspresi-ekspresi gerakan badan. Kita juga perlu menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan anak-anak mendengar orang bicara dan kemudian menirukan apa yang dia dengarkan. Hal itu akan mempermudah pemerolehan bahasa bagi anak.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Preview: