|
||||||||||
Penggunaan Kalimat Pasif Di- Dalam KalimatDi dalam tulisan ini ditampilkan beberapa contoh kesulitan yang dialami murid bahasa Indonesia di PURI Bahasa ketika membaca artikel dari media cetak. Tentu saja, dibahas juga bagaimana mengatasi masalah ini. Banyak orang asing yang belajar bahasa Indonesia sulit menggunakan atau memahami kalimat pasif. Padahal, kalimat pasif sangat banyak digunakan dalam bahasa Indonesia sehari-hari. Berikut ini ada contoh kesulitan yang dialami pembelajar bahasa Indonesia di PURI ketika membaca artikel dari koran. Pola kalimat pasif di- yang dipelajari murid sebagai berikut:
Kalau kalimat aktif memakai me – kan, otomatis pasifnya di – kan dan me – i berubah menjadi di – i. Membaca atau mendengarkan pemakaian kalimat pasif yang sederhana seperti di atas, biasanya tidak ada kesulitan. Tetapi, ketika mulai membaca atau mendengarkan artikel atau tuturan yang kompleks, murid sering mengalami kesulitan memahaminya. Kesulitan ini disebabkan ada banyak pelesapan objek dalam artikel yang panjang atau tuturan yang kompleks. Contoh – contoh di bawah ini diambil oleh penulis dari koran:
Kalau ditulis lengkap, kalimat di atas akan menjadi sebagai berikut:
Seringkali pembaca harus menguasai konteks untuk mengetahui objek yang dilesapkan oleh penulis artikel. Salah satu caranya adalah dengan sering berlatih membaca artikel dan mengenali bentuk pasif yang ada. Ada baiknya membaca artikel-artikel tentang bidang yang sama sehingga kata – kata baru bisa sedikit terkurangi. Kalau kata – kata dalam bidang tertentu sudah terkuasai, akan mudah bagi pembaca untuk memahami konteks wacana tersebut. 5 comments to Penggunaan Kalimat Pasif Di- Dalam Kalimat |
||||||||||
|
Copyright © 2012 Bulletin Online Alam Bahasa Indonesia - All Rights Reserved |
||||||||||
gk lengkap
Reply
mana nich penjelasan nya gk lengkap
Reply
salam kenal
terima kasih telah membantu lewat tulisannya….
Reply
Mengapa harus ada kata “oleh?”
Apa tidak bisa : Surat ditulis Handoyo?
Reply
Mas Agung, apabila kalimat di atas tidak menggunakan ‘oleh’ justru akan menimbulkan makna bahwa di dalam surat terdapat kata Handoyo: “Surat ditulis Handoyo.” Dengan kata ‘oleh’ itu, maka jelaslah bahwa surat yang dimaksud tersebut ditulis oleh Handoyo.
Terima kasih
Reply