Our School

Alam Bahasa Indonesia

Penggunaan Kalimat Pasif Di- Dalam Kalimat

Di dalam tulisan ini ditampilkan beberapa contoh kesulitan yang dialami murid bahasa Indonesia di PURI Bahasa ketika membaca artikel dari media cetak. Tentu saja, dibahas juga bagaimana mengatasi masalah ini.

Banyak orang asing yang belajar bahasa Indonesia sulit menggunakan atau memahami kalimat pasif. Padahal, kalimat pasif sangat banyak digunakan dalam bahasa Indonesia sehari-hari.

Berikut ini ada contoh kesulitan yang dialami pembelajar bahasa Indonesia di PURI ketika membaca artikel dari koran.

Pola kalimat pasif di- yang dipelajari murid sebagai berikut:

 

Handoyo menulis surat. (ACTIVE SENTENCE)

 

Surat ditulis oleh Handoyo. (PASSIVE SENTENCE)

Kalau kalimat aktif memakai me – kan, otomatis pasifnya di – kan dan me – i berubah menjadi di – i.

Membaca atau mendengarkan pemakaian kalimat pasif yang sederhana seperti di atas, biasanya tidak ada kesulitan. Tetapi, ketika mulai membaca atau mendengarkan artikel atau tuturan yang kompleks, murid sering mengalami kesulitan memahaminya. Kesulitan ini disebabkan ada banyak pelesapan objek dalam artikel yang panjang atau tuturan yang kompleks.

Contoh – contoh di bawah ini diambil oleh penulis dari koran:

  1. Rendahnya jumlah perempuan dalam mengambil kebijakan dapat dilihat dari sedikitnya jumlah utusan rakyat perempuan.
    (diambil dari artikel " Kepentingan Perempuan dan Kebijakan Publik", Bernas,19-11-2002)
  2. Lombok tak pernah habis dibicarakan.
    (diambil dari artikel "Mengungkap Persoalan Kawin Cerai di Lombok", Kompas,13 Agustus 2001)

    Murid yang terbiasa dengan struktur pasif di- yang lengkap bingung ketika membaca kalimat di atas. Murid mempertanyakan keberadaan objek sesudah kata kerja dengan di-. Tidak ditulisnya objek sesudah pasif di- di atas karena konteks pembicaraannya sudah jelas atau sudah pernah disebutkan dalam kalimat sebelumnya.

Kalau ditulis lengkap, kalimat di atas akan menjadi sebagai berikut:

  1. Rendahnya jumlah perempuan dalam mengambil kebijakan dapat dilihat oleh masyarakat (atau pembaca) dari sedikitnya jumlah utusan rakyat perempuan.
  2. Lombok tak pernah habis dibicarakan oleh masyarakat.

Seringkali pembaca harus menguasai konteks untuk mengetahui objek yang dilesapkan oleh penulis artikel. Salah satu caranya adalah dengan sering berlatih membaca artikel dan mengenali bentuk pasif yang ada. Ada baiknya membaca artikel-artikel tentang bidang yang sama sehingga kata – kata baru bisa sedikit terkurangi. Kalau kata – kata dalam bidang tertentu sudah terkuasai, akan mudah bagi pembaca untuk memahami konteks wacana tersebut.

6 comments to Penggunaan Kalimat Pasif Di- Dalam Kalimat

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>